{keduapuluh tiga} Menu Lebaran Yang Paling Di Tunggu di Keluarga Kami



Menu lebaran hari pertama biasanya di keluarga kami disantap waktu makan siang. Karena kalau pagi biasanya belum pada ngumpul semua. Setelah lelah berkeliling atau bersilaturohim ke saudara dan tetangga baru siangnya makan bersama-sama dengan menu terbaik yang sudah disiapkan oleh koki terbaik.

Apakah menu terbaik itu? 
dan siapkah koki terbaik itu?

Menu terbaik yang disajikan adalah rawong daging sapi yang di masak oleh Ibu. Di masak waktu malam hari atau waktu takbiran. Karena aku tidak makan daging sapi, biasanya ibu masak dua menu yaitu rawon daging sapi dan sayur lodeh tahu. Kalau sayur lodeh tahunya itu optional tidak tiap tahun sama yang pasti masak dua menu.

Apakah hanya rawon daging sapi?

Tradisi di lingkungan aku, waktu sholat ied di masjid, tiap rumah disarankan untuk membawa nasi ‘tempelang’ dan ibu biasanya buat nasi kuning, dadar telur yang diiris memanjang dan kering tempe. Tiga menu ini juga selalu ditunggu, apalagi nasi kuningnya, paling mantap pokoknya. Entahlah apa resepnya, kakak perempuan aku pernah nyoba bikin tapi masih belum bisa sama rasanya. Padahal aku liatnya pas ibu masak itu cuma pakai ilmu perkiraan, dan entah mengapa hasilnya bisa mantap begitu.

Kalau daging sapi, biasanya ibu beli dari hasil patungan beberapa orang , sehari sebelum lebaran panitia yang mengadakan penyembelihan itu akan mengantarkan daging sapi ke rumah. Tahun ini ada dan patungannya sebesar Rp. 120.000,- (seratus duapuluh ribu rupiah) tapi aku nggak ikut karena tidak ada yang masak. Aku lihat setumpuk daging sapi mentah gitu suka gak tahan dan pengen muntah malahan.

Ya itulah menu yang selalu ditunggu di keluarga, tapi itu lebaran tahun kemarin, dan lebaran tahun ini tidak akan ada lagi rawong daging sapi seenak masakan ibu. Tidak ada lagi nasi kuning selezat bikinan ibu dan tidak akan ada lagi masakan seenak masakan ibu.

Alfatihah untuk ibu di sana, kangen Buk..




Posting Komentar

1 Komentar

  1. Semoga ibu tenang di sana, ya Mbak. Alfatihah.

    AKu jadi kangen rawon Surabaya nih, pas lebaran di SUrabaya di tempat neneknya suami menunya juga rawon daging sapi. hmm... nyummy!

    Btw kalau di kampungku, bawa makanan buat selametan malah pas hari raya idul adha, siang hari habis sembelihan hewan qurban warga ngumpul di balai desa bawa makanan trus nantinya dibagi-bagi :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak. j