{keduapuluh lima} Mudik? Ya atau Tidak Semua Keputusan Ada Di Tanganmu



Penyebaran Covid-19 yang merata di seluruh daerah di Indonesia, menyebabkan pemerintah melarang warga untuk mudik ke kampung halamannya. Tidak akan membahas perbedaan antara mudik atau pulang kampung dan juga tidak akan membahas tentang mengapa tiba-tiba pemerintah memperbolehkan warganya untuk mudik dengan segala aturan dan ketentuan yang berlaku.

Kalau pertanyaan mudik ya apa tidak ditunjukkan kepadaku tentu jawabanya tidak, karena aku memang sudah tinggal dikampung juga. Tapi jika aku diposisi sedang diperantauan dan melihat kondisi sekarang serta melihat respon bapak dan keluarga in shaa allah aku juga tidak akan mudik.

Kakak perempuan aku ada yang kerja di Surabaya. Sebelumnya dia sudah dikasih tahu sama kakak laki-laki aku yang di sini (di Pacitan), dia bilang kalau lebaran tetap mau pulang atau ingin lebaran di Pacitan disuruh pulang ke Pacitan sebelum puasa, otomatis tidak bisa karena dia di Surabaya punya tanggungjawab dengan pekerjaannya. Berencana akan tetap nekat untuk pulang ke Pacitan, tapi sama Bapak langsung dilarang untuk pulang, di Surabaya saja biar lebih aman untuk semuanya. Guyonannya “Ora usah muleh nyang Pacitan, mulio malah diisolasi neng balai desa 2 minggu. Rung sampai ketemu wes bali nyang Suroboyo.”  (artinya : Tidak usah pulang ke Pacitan. Meskipun pulang akan diisolasi di balai desa. Belum sampai ketemu sudah kembali ke Surabaya.”

Intinya kita menjaga diri sendiri, melindungi diri sendiri. Dengan kita melindungi diri sendiri kita juga sudah bisa melindungi orang lain. Covid-19 tidak hanya ada di kota-kota besar, tapi sudah menyebar ke seluruh daerah. Mungkin kita yang berada di perantauan sehat tidak ada indikasi mengalami Covid-19, tapi kita tidak tahu bagaimana dengan keadaan di kampung halaman kita, bagaimana kita nanti  di perjalanan, siapa saja yang kita temui selama perjalanan dan selama di kampung, benda apa saja yang bakalan kita sentuh selama perjalanan dan selama di kampung. Kita tidak tahu akan hal itu semua.

Kalau kita tidak tahu mengapa kita takut? Pasti ada yang berfikir seperti itu. Karena apa yang kita lakukan adalah sebagian dari bentuk usaha kita untuk tetap melindungi diri kita sendiri dan mengurangi potensi penyebaran Covid-19 agar bisa segera berhenti dan hilang dari bumi Indonesia.

Bertemu dengan keluarga setelah sekian lama tidak lama memang menyenangkan, memendam rindu memang tidak enak. Setidaknya dengan ini kita akan menghargai arti sebuah pertemuan, arti sebuah keluarga dan setidaknya kita menjadi tahu bagaimana perasaan orang-orang yang masih tetap bekerja selama libur lebaran.

Kita lakukan usaha dan doa semampu dan sebisa kita dan bagaimana nanti hasilnya itu mutlak ketentuan ALLAH SWT. Jadi Mudik atau tidak? Semua keputusan ada di tanganmu.




Posting Komentar

0 Komentar