01. Ramadhan pertama tahun 2020



Ramadhan sudah jalan satu minggu dan kau pergi sudah lebih dari 100 hari. Tapi rasa rindu ini masih nampak jelas.

Bu, ini ramadhan pertamaku tanpamu. Semua kujalani seperti apa yang pernah aku lihat dari mu.

Bu, ini ramadhan pertamaku tanpamu, ternyata capek juga ya bu masak itu, dulu entah kenapa aku gak pernah mendengar kamu mengucapkan kata lelah, paling kamu Cuma bilang “Aku tidur dulu ya, setengah jam lagi kamu bangunkan”. Dan biasanya aku bangun tidak pas setengah jam tapi pasti lebih dari itu.

Bu, ini ramadhan pertamaku tanpamu, tak ada suaramu yang membangunkan aku, tak ada lagi nada kesal yang aku dengar saat kau lupa menyiapkan lauk, padahal aku berjanji aku siap menggoreng sebelum saur. Aku rindu bu.

Bu, ini ramadhan pertamaku tanpamu, setiap hari aku buka puasa sendiri bu. Biasanya kita berdua, kamu duduk di kursi itu dan aku disini. Saat aku lihat kau berbuka dengan semangat aku selalu bilang “Poso tenan yo Buk?” dan kamu jawab “Iyo, Jam 2 maeng aku koyo ora betah westan.” Dan keheningan yang aku rasa.

“Nanti buka, pengen dibuatkan apa?” setiap kau selalu bertanya seperti itu. tapi aku dan bapak selalu sepakat mengatakan “terserah ibu mau buat apa.” dan bedug magrib berkumandang sudah ada tiga mangkok yang siap di atas meja. “Punya aku tak makan habis terawih.” Itu yang selalu kita berdua katakan.

Bu, sudah 100 hari lebih kepergianmu, tapi aku kadang saat melihat tumpukan bajumu di lemari,  batinku mengatakan “Bu, kok baju ini gak pernah dipakai lagi.” susunan baju masih belum berubah. Masih sama.

Bu, ini ramadhan pertamaku tanpamu. Ibu yakin aku bisakan meski tanpamu? Yang dulu-dulu apa-apa selalu Buuuukkk, sekarang harus mulai berpikir sendiri harus dikerjakan sendiri.

Ya ALLAH, ampuni segala dosa dan kesalahan Ibu hamba, terangilah kuburnya, lapangkan kuburnya, jauhkan beliau dari siksa kubur dan tempatkan ia ditempat yang terbaik bersama orang-orang baik pula.”





Posting Komentar

0 Komentar