{CERITA MINI} KAMU JAHAT



Perpaduan yang sangat manis antara terik sinar matahari di siang ini dengan segelas es cappucino. Katanya mereka siang dengan kondisi suhu yang hampir 32 derajat ini tidak baik jika langsung minum air dingin, tapi apa peduliku dengan perkataan mereka.

Sama halnya dengan dirimu, kamu mana peduli dengan aku. Aku masih sama seperti yang dulu. Aku masih suka menatap bulan purnama, jika dulu aku bermimpi suatu hari bisa menatap bulan berdua denganmu, namanya juga mimpi yang bukan berarti nyata.

Aku tidak bisa berhenti menayakan kabarmu dari segala penjuru yang aku mampu, tapi nyata kau sedikitpun tak pernah berhenti untuk tetap menyepi dan menjauh dari cerita mereka.

Segelas es cappucino aku sudah hampir separo telah tandas, kursi-kursi di ruang ini juga hampir penuh dan selalu silih berganti kepemilikan. Tapi kursi ini masih bertahan untuk ku, andaikan kamu tahu. Aku juga berharap bahwa pencarianmu berhenti di aku saja tapi nyatanya kau masih terus mencari dan mencari hingga aku dengar kamu telah berhenti mencari karena pilihanmu sudah pasti adalah wanita itu.

Sapaan lembut dari penyaji hidangan yang menayakan sekali lagi apakah aku akan menambah pesanan, setidaknya sepiring geprek ayam yang super pedas sudah aku pesan, aku masih sama masih tidak suka makan daging ayam apalagi dengan rasa yang super pedas, tapi aku harus berhenti dengan kisah yang lalu, bukankah semua bisa berubah? Nyatanya aku sekarang bisa makan daging ayam,
Lalu apalagi yang berubah? Entahlah apa peduliku dengan semua perubahanku, nyatanya perasaan aku padamu masih belum berubah dan masih belum bisa berhenti untuk tetap mengarah padamu.

Aku melihat siluet dirimu berjalan bergandengan dengan senyum yang merekah, tapi kau tidak berhenti di tempat ini, bahkan punggungmu masih bisa aku lihat. Dan kau berjalan terus tanpa berhenti setidaknya sapalah aku yang masih belum berhenti berharap tentangmu. 




Posting Komentar

0 Komentar