{CERITA MINI} MEREKA TIDAK PEDULI



Gerimis yang tiba-tiba turun seperti menjadi tanda bahwa musim hujan sebentar lagi akan tiba. Gerimis yang hanya sebentar itu ternyata mampu membuat cuaca yang panas merubah menjadi dingin, apalagi gerimis turun di malam hari, udara dingin itu menjadi semakin terasa.

Tapi suasana dingin itu tidak terasa di salah satu rumah berdinding bambu, sang ibu yang sudah selesai mempersiapkan makan malam sedang sibuk menyiapkan perkakas seperti panci, baskom, ember dan sebagainya, hal ini buat jaga-jaga misal nanti bakalan turun hujan. Sementara dua anak berlainan jenis sedang duduk di meja dengan kedua tangan yang sibuk memukul sendok dan garpu di meja dan tidak lupa nyanyian merdu dari suara mereka. Dan hanya suara gaduh yang terdengar dari rumah itu.

Di meja makan itu, yang bahkan salah satu kakinya sudah tidak utuh lagi dan di sangga dengan beberapa batu bata agar bisa berdiri seimbang telah tersaji nasi hangat dengan menu spesial yang kehadirannya menjadi bukti bahwa hari ini sang nyonya rumah berhasil menyelesaikan misi terbaiknya.

Si ibu setelah selesai menyiapkan perkakas itu kini duduk dengan kaki di luruskan di ranjang, sambil sesekali mengoleskan minyak  ke kedua kakinya. Dia merasa sangat lelah hari ini, tapi dua anak yang sedang asyik dengan lagu ciptaan mereka sendiri tampak tidak peduli, yaa dan ketidakpedulian mereka itulah yang semakin membuatnya merasa bersalah.

Tiga ketukan dari satu-satunya pintu yang ada di rumah mereka berhasil membuat rumah itu sangat tenang dalam beberapa detik, karena setelah itu yang terdengar hanyalah suara celotehan dua anak yang lagi-lagi tidak peduli kepada seseorang yang baru saja tiba itu mungkin kelelehan atau kelaparan.

Setelah seseorang yang sudah ditunggunya tiba, dengan menghela napas si Ibu segera beranjak dari ranjang untuk mendekati mereka, ia tahu bahwa ia memang harus berjuang lebih dan lebih lagi untuk dirinya sendiri bukan untuk siapa-siapa lagi. 





Posting Komentar

6 Komentar

  1. kok aku sedih bacanya ya? apa karena aku juga seorang ibu? hiks hiks hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. puk.puk.puk...ibu selalu punya rahasia sendiri yang ia sembunyikan dari anak-anaknya.. jadi ikutan sedih

      Hapus
  2. Great site you have got here.. It's difficult to
    find excellent writing like yours these days. I really
    appreciate individuals like you! Take care!!

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak. j