TIM SUSAH MOVE ON MANA SUARANYA?



Siapa yang masih suka nangis ingat mantan?
Siapa yang masih suka stalking  akun mantan?
Siapa yang suka liatin nomer WA mantan tapi tidak berani chat duluan?
Siapa yang masih diam-diam mendoakan dia?
Siapaaa ?
Tenang kamu tidak sendirian. Sini mari kita berteman dan menangis bersama.

Move on memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak teori dari A hingga Z untuk membuat seseorang bisa move on dengan mudah.  Move on, memang identik dengan kisah tragis percintaan seseorang manusia, yang membekas sulit dilupakan sehingga tidak mudah untuk menemukan seseorang atau pengganti si ’cinta’ ini.

Sumpah jebakan tema ini, bagaimana bisa seseorang yang belum bisa move on bertahun-tahun ini harus membuat cara mudah untuk move on yang bakalan dibaca oleh banyak orang.

Teori A sampai Z sudah dicoba tapi tetap saja ujung-ujungnya juga nangis di kamar. Ada yang bilang mungkin kamu terlalu santai, coba banyak kesibukkan. Sudah aku coba. Nyatanya dalam 24 jam selalu ada entah semenit atau dua menit aku ingat dia. Apa ujung-ujungnya nangis juga.

Habis shalat saja, masih sempat mendoakan dia. Adakalanya aku berfikir, bodoh juga aku ternyata, kenapa masih bisa-bisanya buang air mata untuk dia, masih sempat-sempatnya mendoakan dia. Padahal aku yakin sedetik pun dirinya tidak mengingat aku. Duch cinta cinta begini banget ya jadi pemujamu.


Seingat aku Tereliye pernah menulis “melupakan seseorang bukan dengan berusaha melupakan tapi dengan berusaha untuk tidak mengingatnya.” Semakin berusaha melupakan malah tambah ingat terus, jadi ya jangan diingat-ingat gitu saja. (Seingat aku memang Tereliye, misal ada kesalahan mohon dikoreksi. Terimakasih.)

Pernah mencoba, setiap kali sinyal galau menghampiri, aku mencoba untuk mengapresiasinya kedalam tulisan, hasilnya lega, setelah halaman buku ditutup hembuskan nafas, dan mengatakan dalam diri sendiri “Dia sudah bahagia, jadi aku harus juga bahagia.”

Sampai sekarangpun, dia selalu ada disetiap apa yang aku tulis. Namamu abadi dalam setiap tulisan. Entah ini penghargaan untuk dirimu atau aku yang memang belum bisa mengubah mu menjadi hal yang biasa-biasa saja.


Teori A-Z tidak salah, aku rasa yang salah adalah diri kita sendiri yang niat untuk move on masih belum kuat. Penyembuh yang paling baik adalah waktu. Waktu juga yang sekarang membuat aku tidak membuang sia-sia lagi air mata ini. waktu pula yang jika tiba-tiba ada rasa kangen yang muncul, aku hanya bisa mendoakan semoga dia baik-baik saja dan selalu bahagia. Setidaknya doa yang baik akan kembali kepada yang mendoakan juga kan. Waktu juga yang membuat aku bisa menerima saat tiba-tiba dia muncul dalam mimpiku. Semuanya tampak memang sudah biasa, tapi kalian tidak tahu saja di sini dia masih menjadi penguasaha.



Jadi inti dari tulisan ini apa? setelah bicara ngalor ngidul nggak jelas. Intinya adalah move on memang bukan perkara gampang. Melupakan seseorang yang punya kesan tersediri itu tidak mudah. Jadi saat ingin menangis ya menangislah, habis nangis kita harus sudah biasa lagi. Saat tiba-tiba rindu dan kamu ingin stalking dia, ya cari aja di media sosial dia, saat liat dia bahagia, kita harus juga bisa lebih bahagia. Karena sumber bahagia kita bukan dia, tapi dari kita sendiri.

KARENA ORANG YANG SUSAH MOVE ON PUN WAJIB UNTUK BAHAGIA.




Catatan ; tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam blog challenge #BlogChallengeSeptember, untuk tema hari kelima “Cara move on ala kamu”





Posting Komentar

0 Komentar