SECUIL CERITA TENTANG NGABUBURIT

sumber : pixabay
Alhamdulilah, Alhamdulilah, Alhamdulilah
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Marhaban Ya Ramadhan 1440 H
Alhamdulilah, kita bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, bulan penuh berkah. Bulan dilipat gandakannya segala amal dan ibadah yang telah kita lakukan selama seharian.

Berbicara tentang puasa atau bulan Ramadhan, tak lepas dari kata Buka Puasa. Saat sahur adalah sunnah dan buka puasa adalah sebuah kewajiban. Tapi jangan meremehkan sahur, karena di dalam sahur ada sebuah keberkahan yang berlimpah.

Dan hal yang paling seru adalah menunggu waktu buka puasa, menunggu adzan magrib berkumandang atau kalau sekarang lebih beken disebut dengan “ngabuburit”

Lalu seperti apa versi ngabuburit favorit kamu?

Kalau aku secara pribadi, karena orangnya tidak terlalu suka keramaian dan paling males ke luar rumah ngabuburit favorit aku adalah duduk manis di depan televisi melihat acara ramadhan atau bertapa di dalam kamar. He he he. Mainstream atau antimainstream?

Ada cerita unik dari cerita ngabuburit zaman old. Ini aku dapat cerita dari kakak-kakak aku, waktu dulu mereka masih usia SD. Jika sekarang ngabuburit-nya adalah dengan jalan-jalan sambil mencari takjil, atau sekedar jalan-jalan saja, atau bahkan ada yang mengikuti kajian keagamaan. Dari cerita kakak aku, dulu mereka jika sudah mendekati waktu magrib (tenggelamnya sinar matahari) dia dan teman-temannya ada jalan kaki menuju persawahan dekat masjid dusun, dengan berbekal kacang rebus, ketela rebus dan lainnya, mereka beramai-ramai menunggu dan melihat suara sirene yang kata bapak sirene itu dibunyikan di alun-alun kabupaten,setelah sirene berbunyi akan ada bunyi ‘debuuum’ semacam bunyi dentuman, bunyi itu berasal dari meriam tapi tidak berbahaya, Bapak menyebut alat itu bernama Blangger. Setelah bunyi dentuman itu maka akan keluar asap, maka dari itu mereka melihat di tempat yang luas dan mengarah ke arah kabupaten / asal sumber suara.

Sederhana sekali hiburan mereka menunggu bedug magrib kala itu dan aku melihat dari ekspresi wajah kakak aku waktu menceritakan ini, mereka sangat bahagia dan puas sekali.

Itu hanya secuil kisah dari menunggu bedug magrib atau ngabuburit yang pernah aku dengar. Lalu bagaimana dengan cerita ngabuburit kalian?

Apapun itu lakukan dengan bahagia dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.

Selamat menjalankan ibadah puasa RAMADHAN 1440 Hijriah, semoga apapun yang kita lakukan hari ini menjadi nilai ibadah buat kita semua. Aamiin



"Tulisan ini diikutsertakan dalan challenge #30HariKebaikanBPN ”BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge). Tema hari pertama : Buka Puasa, Ngabuburit, Buka Bersama (tema pilih salah satu)".
untuk ikutan silahkan :klik di sini


Posting Komentar

0 Komentar