Mudik



Lebaran di kampung orang.
Lebaran jauh dari keluarga.
Rasanya pasti nyesek plus sedihnya luar biasa. Maka mudik menjadi jalan keluarnya. Ramadhan, Lebaran dan Mudik adalah serangkaian yang tidak bisa terpisah.
Jutaan orang rela bayar tiket mahal-mahal demi bisa mudik.
Jutaan orang rela berdesak-desakan di kendaraan demi bida berlebaran dengan keluarga.
Jutaan orang rela mengeluarkan uang jutaan agar bisa membeli banyak oleh-oleh untuk keluarga dan saudara di tempat kelahiran.

Mudik akan selalu menjadi cita-cita dan keinginan semua orang yang sedang berada diperantauan, bahkan pernah ada yang bilang “Cari uang setahun dihabiskan untuk satu kali mudik.” Karena kebahagian bertemu dengan keluarga tidak akan sebanding dengan jutaan rupiah yang kita keluarkan. Kebahagiaan hakiki namanya.

Dari dulu ingin sekali merasakan sensasi mudik, bahkan pernah berfikir seperti ini “Dapat suami orang luar kota, lalu bekerja di kota yang berbeda (beda kota dengan asal suami dan asal aku. Biar bingung kalau mudik. Karena ingin sekali bisa merasakan sensasi mudik.”

Contohnya : Suami asli kota A, aku asli kota C, kita berdua kerja atau tinggal di kota B. Ha ha ha kalau pas mau mudik kan bingung mau mudik ke mana dulu. Seperti itulah. Dan ini masih menjadi mimpi.

Pernah kuliah di luar kota dan kerja di luar kota juga, tapi dua hal tersebut liburnya sebelum masa mudik ramai, atau sebelum angkutan umum naik harganya. Jadi jalanan masih belum terlalu macet, suasana masih biasa masih normal. Keuntungannya sampai rumah lebih cepat dan bisa lebih lama merasakan puasa, sahur bersama dan buka bersama dengan keluarga. Karena di rumah, punya koki masak terhebat dan terenak di dunia.

Kita harus banyak-banyak bersyukur, karena kita masih bisa mudik dan bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Karena banyak juga yang ingin mudik tapi karena keterbatasan dana atau karena memang tuntutan profesi yang mereka jalani. Hidup di perantauan membuat kita lebih tahu tentang arti sebuah keluarga dan sebuah pertemanan itu seperti apa.

Bagi yang mudik, persiapkan dengan sebaik-baiknya, letakkan barang berharga jangan disatu kantong saja. Perhatikan barang bawaan anda. Jangan bawa uang tunai terlalu banyak, uang bisa dialihkan ke atm atau kartu e-money. Meski dalam perjalanan dan harus rela antri, berdesakan dengan para pemudik lainnya, kita jangan sampai lupa makan. Dan buat yang gak mudik? Kalian sudah buat kue lebaran apa?

Selamat mudik buat yang mudik semoga selamat sampai tujuan.. aamiin





Noted :
Sumber cover sampul / cover utama, adalah :pixabay.com
Tulisan ini sengaja dibuat untuk mengikuti challenge dar #30HariKebaikanBPN #30daysramadhanblogchallenge yang diselenggarakan Blogger Perempuan Network (BPN), dan ini untuk tema dihari ke-18

 
untuk ikutan silahkan : klik di sini

Posting Komentar

2 Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak. j