SEBUAH KENANGAN YANG LUAR BIASA


Kenangan menurut kamus bahasa indonesia adalah sesuatu yang membekas dalam ingatan. Jadi sebuah kenangan pastinya adalah sebuah pengalaman yang sangat berkesan yang pernah seseorang lakukan di masa lampau. Sehingga tidak mudah untuk melupakannya.

Setiap individu pasti memiliki pengalaman yang tidak terlupakan, baik itu yang membahagiakan ataupun yang menyimpan kesedihan. Pengalaman yang tak terlupakan itu bakalan selalu diingat dan kita selalu antusias jika menceritakan kembali.

Pengalaman identik dengan hal-hal yang membuat bahagia, atau hal-hal yang adakalanya malah membuat kita malu, dan biasanya tidak hanya kita saja yang masih mengingat kejadian itu tapi orang-orang di sekitar kita yang menjadi saksi masih juga mengingatnya.

Pengalamanku yang sangat tak terlupakan adalah saat pertama kali naik pesawat terbang. Ha ha ha ndeso yaaa. Benar-benar tidak ada gambaran sama sekali tentang pesawat terbang, karena di keluarga aku belum ada sama sekali yang pernah naik pesawat.

Waktu itu aku pergi ke Makasar, bareng dengan rombongan kakak perempuan aku yang sedang melakukan liburan akhir tahun, aku dan kakakku duduk terpisah, aku duduk bertiga dengan teman sekantor kakakku yang sama sekali tidak aku kenal.

Tahu rasanya seperti apa ? deg-deganya luar biasa, mungkin kalau di pesawat tidak ada ac nya sudah dipastikan keringat dinginku pasti keliatan. Duduk diam kayak patung, gak berani tolah-toleh karena takut di kira kampungan, tapi ternyata raut keteganganku terbaca oleh seseorang, yess bukan sang pramugari apalagi pilotnya, tapi seorang wanita yang dudukna di set sebelah aku.

“Mbak, sabuk pengamannya jangan lupa dipasang”

Ha ha , sumpaaah ini luar biasa memalukannya, saking tegangnya diriku, aku tidak menyadari bahwa ada sabuk pengaman yang memang harus dipasang.

Waktu itu perjalannya malam hari, dan aku sama sekali tidak menikmati perjalanan, jangankan buat tidur, buat menikmati keindahan suasana penerbangan malam saja aku nggak bisa. Dalam hati cuma mbatin  ‘ayo ndang teko, ayo ndang teko, ayo ndang teko’.

Perjalanan Surabaya Makasssar, kurang lebih sekitar satu jam, tapi sumpah itu lama banget kerasanya. Bayangin saja selama kurang lebih satu jam jantung kamu berdetak lebih cepat dari biasanya, deg-degan itu ternyata bikin lemes kaki dan tangan lo ya.

Dan waktu balik ke Surabaya, aku udah gak deg-deg an lagi. Melihat pramugari yang bolak-bolak ke depan dan ke belakang, akhirnya diriku penasaran “bagaimana rasanya berjalan di pesawat ya?” dan terbesitlah sebuah ide “seperti apa sih toilet di pesawat”, dan semua itu tercapai. Xi xi xi xi.

Kalau ngebayangin itu, masih suka ketawa sendiri aja, meskipun sekarang juga jarang naik pesawat tapi aku sudah nggak deg-deg an lagi. Cuma memang menyeramkan saat pesawat berhenti di atas, tidak bergerak sama sekali, dan suhu di pesawat tiba-tiba terasa agak panas, lalu sang pramugari bilang “karena cuaca tidak mendukung untuk melakukan pendaratan di bandara Adi Sucipto, maka pendaratan akan dilakukan di bandara terdekat yaitu Solo”. Dan itu deg-deg an lebih menegangkan dibandingkan pertama kali naik pesawat.

Segitu aja, pengalaman yang tak terlupakan versi aku, kalau kalian seperti apa pengalaman yang tak terlupakannya?

Tulisan ini juga dibuat untuk mengikuti #ChallengeAccepted yang diadakan oleh Kak Aihnya, dan ini adalah tema ke-5, kalian mau ikutan juga, cuz langsung cek ke Ig nya kak Ainhy.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG LAYANAN SERVICE "JTR" DARI JNE

MERK BUKU TULIS YANG PALING TERKENAL DI INDONESIA

WANITA DAN SIFAT CEREWETNYA